Ringkasan Cerita
Budi dan Sahabat karip sejak kecil mereka tinggal di desa di daerah pegunungan. Saat liburan semester mereka habiskan dengan bermain dan jalan - jalan di gunung bersama Robby saudara jauh Budi dari kota.
Suatu hari Robby mengajak Budi dan Sari jalan - jalan ke pegunungan dekat rumah. Dalam perjalanan Robby terus makan dan dia juga membuang sampah maknannya di sembarangan tempat. Namun bapak Slamet sang polisi gunung mengetahui hal tersebut. Dia mengejar Robby dan temannya, dan dimulailah petualangan yang seru.
Peran - peran :
- Budi
- Ibu Budi
- Sari
- Robby
- Ibu Robby
- Ibu Siti (Guru Budi dan Sari)
- Bapak Slamet (Polisi Gunung)
Narator :
Di sebuah desa di daerah pegunungan terdapat dua orang sahabat. Mereka bersahabat sejak kecil. Tempat tinggal mereka dekat dengan daerah pegunungan yang masih asli dan bersih dari sampah.
Suasana hening di sekitar sekolah Suka Tanam, karena sebentar lagi libur semester akan datang. Semua murid menunggu diumumkannya berita tersebut, terutama Budi.
Budi : Sar bu Siti dimana sih kok lama sekali aku tidak sabar nih untuk mendengarkan pengumuman
Sari : kalau pengumuman liburan aja kamu semangat, tapi kalau pengumuman UTS malesnya minta ampun. Dasar kamu Budi, Budi……!
Budi : Manusiawi itu Sar….(sambil senyum)
Tiba – tiba Ibu Siti yang dinanti datang.
Bu Siti : Assalamu’alaikum anak – anak
Bersama : Waalaikum salam Bu
Bu Siti : Udah menunggu lama ya anak – anak
Bersama : ya bu
Bu Siti : Ibu mau mengumumkan kalau……
Budi : (memotong pembicaraan Bu Siti) kalau apa Bu! Kalau kita akan libur lama ya bu….
Bersama : (tertawa) ha …ha…ha…
Bu Siti : (menghentikan tawa anak – anak) diam anak – anak ….. kalau ada teman berpendapat jangan ditertawakan harus kita hargai. Oh ya ibu hamper lupa dengan pengumumannya. Ibu mau mengumumkan kalau minggu depan kita libur selama 2 bulan dalam rangka libur semester. Untuk mengisi liburan kalian Ibu member tugas untuk membuat cerita mengenai liburan kalian, kalian bias ?
Bersama : Bisa Bu…
Ibu Siti : bagus kalau gitu. Karena hari ini adalah hari terakhir sebelum liburan, kalian bisa pulang pagi. Sebelum pulang kalian doa dulu, Sari tolong Ibu pimpin doa
Sari : baik Bu, berdiri berdoa mulai.
Berdoa selesai
Ibu Siti : Ibu ucapkan hati – hati di jalan dan selamat berlibur. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Bersama : Wa’alaikum salam Wr. Wb.
Kemudian siswa – siswi berbaris dan mencium tangan Bu Siti secara bergantian, lalu mereka pulang ke rumah
Budi : kita main yuk…
Sari : Kita pulang dulu, ganti baju baru kita main. Emangnya kita mau main apa sih ?
Budi : seperti biasa kita main di kebun belakang rumahku, mumpung manggaku berbuah banyak. Nanti buat rujak mangga kamu yang buatim ya, soalnya rujak buatanmu enak
Sari : Maunya, ya pasti enaklah rujak buatanku soalnya ibuku kan jualan rujak.
Udah dulu ya Bud aku pulang dulu.
Budi : Iya Sar, hati – hati di jalan jangan sampai ke sasar. Ha… ha…
Sari : Itu sih kamu
Dan mereka pun berpisah, dan menuju ke rumah masing – masing. Tak lama kemudian Sari bersiap pergi ke rumah Budi untuk memenuhi janjinya bermain dan membuatkan rujak.
Sari : (dengan suara keras) Budi …Budi
Kemudian ibu Budi yang muncul dan menemui Sari
Ibu Budi : ada pada Sar ?
Sari : Budinya ada bu ?
Ibu Budi : Oh.. cari budi dia ada di belakang rumah, kamu langsung kesana saja
Sari : Oh ya Bu makasih. Mari bu
Sari pun langsung menuju ke kebun untuk menemui Budi
Sari : Budi dimana kamu ?
Budi : Aku disini di atas pohon mangga
Sari : Oh…kamu disitu, hamper ku kira kamu monyet
Budi : enak saja……
Oh ya Sari keluargaku dari kota mau kesini, besok ku kenalin sama kamu
Sari : ya
Dan merekapun mulai bermain. Keesokan harinya Budi membawa temannya itu untuk menemui Sari.
Budi : Sari ini Robby saudaraku dari kota. Dan Robby ini Sari teman baikku
Kemudian dengan saling berjabat tangan Sari dan Robby memperkenalkan diri masing – masing
Robby : Besok kalian masih libur?
Bersama : iya kenapa?
Robby : gimana kalau kita jalan – jalan ke gunung, udah lama kita gak jalan – jalan.
Budi : boleh juga udah lama juga kita gak naik gunung. Gimana Sar kamu ikut ?
Sari : insyaallah jika Ibu mengijinkan
Robby : kalau semua sudah sepakat besok pagi kita langsung berkumpul saja di lereng gunung
Untuk sekarang kita main yuk…
Kemudian mereka pergi bermain. Dan keesokan harinya Robby dan Budi bangun pagi – pagi dan bersiap menuju lereng gunung dan menunggu Sari datang.
Robby : mana temanmu Sari lama sekali, kita tinggal saja
Budi : jangan, sebentar lagi pasti dia kesini. Itu dia …(sambil menunjuk kearah depan)
Sari : maaf teman – teman aku terlambat.
Robby : gak apa – apa, karena sudah kumpul semua ayo kita berangkat nanti keburu siang
Bersama : ayo
Dalam perjalanan, Robby makan cemilan terus dan membuang bungkus cemilannya disembarang tempat, sampai teman yang lain merasa risih
Sari : Robby kamu kok makan terus, malah bungkus makannya dibuang sembarangan lagi
Robby : ini makan – makananku, kenapa kamu yang sewot
Budi : Robby, Sari itu benar ini daerah pegunungan, kalau di gunung banyak sampah nanti akan terjadi bencana alam. Kamu tidak kasihan dengan kami yang tinggal di lereng gunung
Robby : ya …ya…deh
Meski sudah dinasehati Robby masih tetap makan dan membuang sampahnya disemabarangan tempat. Sampai Pak Slamet menemukan banyak sampah makanan ringan yang berserakan.
Pak Samet : kok banyak sampah di gunung ini, siapa yang melakukan ?
Akan ku ikuti jejak sampah ini pasti aku akan ketemu orang yang membuang sampah – sampah tersebut
Kemudian Pak Slamet mengikuti sampah – sampah tersebut, sampai dia menemukan 3 orang yang sedang berjalan dan dia berteriak memanggil mereka. Tetapi mereka malah berlari kencang menjauhi Pak Slamet dan terjadilah acara kejar – kejaran
Pak Slamet : hai kalian berhenti.
Sari : itu suara Pak Slamet Polisi gunung disini, pasti kita dapat masalah gara – gara Robby yang buang sampah sembarang. Kalau ketangkap pasti kita akan dimarahi abis – abisan ayo kita lari sekarang
Bersama : (berlari sambil berteriak) Aaaaa…….
Mereka berlari sampai tidak menyadari kalau di depannya terdapat lubang jebakan Babi. Karena tidak hati – hati mereka bertiga terperosok masuk lubang, dan Pak Slamet menemukan mereka dan membantu naik/keluar lubang
Pak Slamet : kenapa kalian lari saat aku panggil.
Budi : maaf pak kami takut
Pak Slamet : takut kenapa ?
Robby : takut, nanti bapak laporkan kami pada orang tua kami, kalau telah membuat kotor gunung
Pak Slamet : oh …itu kalian, bapak tidak akan melaporkannya pada orang tua kalian asal…..
Sari : asal apa pak? Apapun kami lakukan asal bapak tidak melaporkan hal ini pada orang tua kami. Kami takut nanti kami dimarahi habis – habisan.
Pak Slamet : tidak ….tidak akan ku laporkan, asal kalian mau bertanggung jawab atas perbuatan kalian ini.
Robby : apa yang harus kami lakukan pak ?
Pak Slamet : kalian harus bersihkan sampah yang kalian buat ini sampai bersih
Bersama : baik pak
Dan merekapun langsung membersihkan sampah yang dibuang sembarangan oleh Robby.
Pak Slamet : nah kalau bersih kan bagus. Kalau kita cinta dengan kesehatan maka kita juga harus mencintai lingkungan, karena sudah sore ayo aku antar kalian pulang
Bersama : ya pak,…. makasih
Dan merekapun pulang ke rumah masing – masing dengan di antar oleh Pak Slamet. Keesokan harinya Robby berpamitan mau pulang ke kota.
Robby : budi aku mau berpamitan, aku mau kembali ke kota
Budi : kalau gitu akan ku panggil Sari dulu
Kemudian Budi menuju rumah Sari untuk memberitahukan kalau Robby mau kembali ke kota. Mendengar hal itu Saripun ikut ke rumah Budi unntuk memberikan salam perpisahan pada Robby.
Sari : Robby kata Budi kamu mau kembali ya ke kota.
Robby : iya
Sari : kalau gitu hati – hati dijalan ya.
Kemudian ibu Robby dan ibu Budi keluar untuk berpamitan
Ibu Robby : Ibu maaf ya telah merepotkan
Ibu Budi : gak usah sungkan gitu, kita kan masih keluarga.
Robby liburan tahun depan kesini lagi ya
Robby : insyaallah, teman – teman aku pulang dulu ya
Bersama : ya, hati – hati di jalan dan jangan lupakan kami
Kemudian Robby dan Ibunya menuju ke mobil, dan Budi dan Sari melambaikan tangan tanda perpisahan.
Budi : petualangan kita bersama Robby sangat seru ya Sar
Sari : oh ya kita kan dapat tugas membuat cerita, kita ceritakan saja petualangan kita bersama Robby
Budi : ide bagus
Akhirnya mereka membuat petualangan mereka menjadi sebuah cerita, dan cerita tersebut disukai oleh Bu Siti dan teman – temannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar